Senin, April 14, 2008

Dari Evasari ke Tamansari

Hola, readers! Hari ini gw mau cerita tentang temen gw yang super unik. Namanya Sartom. Singkatan dari Saras Tompel. Perawakannya selucu namanya. Ide-idenya kreatif, orisinil, dan otentik, seotentik tompelnya. Dia tidak cantik, namun menarik.

Pertama kali gw ketemu Sartom itu waktu try-out Villamerah. Kita langsung ngobrol dengan asik. Entah kenapa kita selalu nyambung. Dia sering bilang kalo gw itu wise, padahal gw cuma ngutip kata-kata dari orang-orang terkenal yang gw baca di buku-buku pengembangan diri.

Sartom adalah pribadi yang unik dan, karenanya, kreatif luar biasa. Ide-ide gambarnya gak pernah standar. Selalu memukau. Selalu lebih dari yang lain, termasuk gw. Dia paling jago dalam membuat 'cerita di dalam cerita' yang lain daripada yang lain. Kalo soal skill, gw bisa bilang gw menang, tapi kalo soal ide dan kreatifitas, gw kalah telak sama dia. Satu kata yang bisa gambarin kreatifitasnya: Super.

Sartom lahir tanggal 6 Januari 1990, dengan nama Ratu Rizkitasari Saraswati. dua hari sebelum gw lahir di rumahsakit yang sama dengan gw, Rumah Sakit Evasari, yang dulu masih jadi klinik. Dokter kandungan nyokapnya sama denga dokter kandungan nyokap gw, namanya Dr. Harun. Ya, nama yang sama dengan gw. Nama gw emang diambil dari nama beliau. 'Sari' dari Rizkitasari dari nama Sartom diambil dari nama RS Evasari. Sangat mungkin nyokap gw dan nyokapnya pernah ketemu di sana dan, setelah delapan belas tahun, anak mereka ketemu di Bintang Merah dan jadi teman seperjuangan untuk masuk FSRD ITB.

Selain kesamaan yang unik tentang kelahiran kita, kita juga punya hobi yang mirip. Kita sama-sama suka gambar dan nulis puisi. Kita bukan orang yang tahu banyak tentang dunia sastra, tapi kita selalu tertarik dengan indahnya kata-kata dengan rima. Kita sering smsan dengan berbalas pantun, bahkan puisi. Gak peduli puisi itu panjang dan ngabisin pulsa, kita senang ngungkapin isi hati kita dengan puisi.

Rencananya, kita bakal ngekost di tempat yang sama, yaitu kost-kostan sodara gw di Jalan Tamansari, Bandung, yang dekat dengan ITB. Kita yang delapan belas tahun lalu pernah satu rumah sakit, satu dokter, dan mungkin pernah satu ruangan, sekarang akan satu kampus, satu fakultas, dan bahkan satu tempat kost. Ini bukan kebetulan. Sang 'Sutradara' Yang Maha Merencanakan pasti sudah merencanakannya sejak awal. Dari Evasari ke Tamansari. Takdir memang bekerja dengan cara yang misterius.

2 komentar:

sartom suka menggambar mengatakan...

ahhh.. mas harun bisa saja.
memang benar takdir manusia gak ada yang tahu.
18 tahun terpisah!
akhirnya bisa ketemu.
entah kenapa gw juga bingung kenapa minat kita bisa sama ya, run.

putput99 mengatakan...

wahh asik bgd ..
eniweii
thx for the visit !
makasih :):):):)